Posted by: campungan | August 26, 2008

Doa di Bulan Ramadhan (Repost)

Dalam sebuah Hadis Qudsi, dikemukakan bahawa :

Rabb kita turun pada setiap malam ke langit dunia, ketika tinggal sepertiga malam terakhir Dia berfirman, “Siapa yang memohon kepada-Ku, Aku akan memberinya, siapa yang memohon ampunan-Ku, Aku akan mengampuninya” (Hadis Qudsi Riwayat Malik, Bukhari, Muslim, Turmudzi, dan lain-lain yang bersumber dari Abu Hurairah).

Beberapa contoh Doa di Bulan Ramadhan

Ya Allah sesungguhnya telah datang bulan Ramadhan . Ya Allah, Tuhan pemilik bulan Ramadhan. Engkau tutunkan di dalamnya Al-Quran, Engkau jadikan Al-Quran penjelasan petunjuk antara yang hak dan yang batil. Ya Allah berkatilah kami di bulan Ramadhan ini. bantulah kami untuk melakukan shaum dan shalat di dalamnya dan terimalah amal ibadah kami

Doa yang Dibaca Selesai Shalat Fardhu di Bulan Ramadhan

Ya Allah masukkanlah rasa bahagia pada para penghuni kubur. Ya Allah kayakanlah semua yang fakir. Ya Allah kenyangkanlah semua yang lapar. Ya Allah berilah pakaian semua yang telanjang. Ya Allah bayarkan utang semua yang berutang. Ya Allah lepaskan semua orang yang menderita kesulitan. Ya Allah kembalikan semua yang berada dalam pengasingan. Ya Allah bebaskan semua yang tertawan. Ya Allah perbaikilah semua urusan kaum Muslim yangrusak. Ya Allah sembuhkanlah semua yang sakit. Ya Allah tutuplah kefakiran kami dengan kekayaanmu. Ya Allah rubahlah keadaan kami yang jelek dengan sebaik-baiknya sebagaimana keadaan-Mu. Ya Allah bantulah kami membayar utang-utang kami dan kayakanlah kami dari kefakiran. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.

Doa Yang Dibaca Setiap Malam Ramadhan

Ya Allah aku bermohon kepada-Mu pada apa-apa yang Engkau tetapkan dan Engkau takdirkan berupa perkara yang pasti dalam urusan yang bijaksana, berupa qadha yang tidak dapat ditolak dan diganti. Tuliskanlah bagiku diantara orang yang berhaji ke rumah-Mu yang mulia; yang mabrur hajinya, yang dihapuskan kesalahannya, yang diampuni dosanya, yang diterima amal usahanya, dan jadikanlah pada apa yang Engkau tetapkan dan Engkau taksirkan berupa perkara yang pasti dalam urusan yang bijaksana dalam malam kadar, berupa qadha yang tidak dapat ditolak dan tidak dapat diganti; panjangkanlah usiaku, luaskan rezekiku.

Posted by: campungan | August 1, 2008

Cinta

seperti angin membadai, kau tak melihatnya, kau merasakannya. merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. atau merangsang amuk gelombang di laut lepas, atau meluluhlantakan bangunan-bangunan angkuh dipusat kota metropolitan. begitulah cinta, ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda, tak terlihat, hanya terasa tapi dahsyat. seperti banjir menderas, kau tak kuasa mencegahnya, kau hanya ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan dihadapanya. dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. setelah itu ia kembali tenang : seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang. demikianlah cinta, ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuasaan besar.
seperti api meyala-nyala. kau tak kuat melawannya, kau hanya bisa menari di sekitarnya saat ia mengunggun. atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi. atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan. dan seketika semua jadi abu. semua jadi tiada, seperti itulah cinta.

(diambil dari buku serial cinta Anis Matta)

Posted by: campungan | July 30, 2008

Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)
Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.
2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
Read More…
Posted by: campungan | July 19, 2008

It’s Been So Long

Desember 1999, setiap pagi melewati Monas (belum dipagar seperti sekarang, dan setiap hari melihat orang2 tua pada senam) untuk PKL di Indosat, dan baru malam ini gw mengijakan kaki lagi di Monas.(wajahmu masih angkuh seperti yang dulu monasku)
13 Juli 2000 waktu dini hari, pertama kali menginjakan kaki distasiun cikampek, dan baru hari ini melewati Stasiun tersebut, untuk pertama kalinya dalam 8 tahun terakhir.
14 Juli 2000 pagi hari, pertama kali tiba di Surabaya….
15 Juli 2000 pagi hari, pertama kali mengijakan kaki di Pelabuhan Gilimanuk
16 Juli 2000 siang hari, mandi di Pantai Kuta & Foto2 di Hard Rock Cafe Bali, memendam sepatu di pinggiran pantai….
18 Juli 2000 siang hari, mencumbui puncak bromo
19 Juli 2000 waktu shubuh, tidur diemperan stasiun pasar turi surabaya
20 Juli 2000 sore hari, tiba dirumah
duh rindu masa2 SMA euy…..

Posted by: campungan | July 16, 2008

Pikirin deh kenapa …

Pikirin dehh….

1. kalo Circle-k itu buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 12 bulan setahun.. kenapa dipintunya ada lobang kunci?

2. Katanya wajan teflon itu anti lengket, gimana caranya mereka menmpelkan stiker teflon anti lengket di wajan itu

3. Perlukan kita pake peredam suara kalo kita nembak seorang pantomim?
4. Kenapa mereka mensteril jarum suntik pada hukuman mati suntik?
5. Kalo kura-kura kehilangan tempurungnya, dia gelandangan atau telanjang?
6. Kalo olive oil berasal dari buah olive, kalo baby oil?
7. apa yang terjadi kalo ada orang kaget setengah mati, dua kali?
8. Kalo “kotak Hitam” di pesawat itu tudak bisa hancur, kenapa mereka nggak bikin seluruh
pesawat dari bahan yang sama?
9. Kalo ada orang yang ketagihan counseling, gimana cara menyembuhkan mereka?
10. Kenapa kamu masih terus baca e-mail ini? kamu nggak punya kerjaan lain? pantesan Indonesia
nggak maju-maju…

Posted by: campungan | July 10, 2008

Doa di Bulan Rajab

Allohumma Bariklana Rajaba wa Sya’ban, wa balighna Ramadhan…..

artinya :

“Ya Alloh berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampainkan kami di Ramadhan”

Posted by: campungan | July 8, 2008

Ada sebuah syair tulisan seseorang (Repost)

Sesuatu yang terlupa
Biasanya tak berarti apa-apa
Sesuatu yang ingin dilupa
Biasanya sesuatu yang pernah dicinta
Namun yang dicinta tak mau memperdulikannya
Sakit memang sakit hatinya
Dan itulah penyakit yang lebih berat dari baisanya
Ingin dia sembuhkan penyakitnya
Namun, cinta kekasih selalu membayangi
Memang sembuhnya sakit kepala
Ternyata lebih mudah daripada sembuhnya orang yang dimabuk cinta

Kemudian melanjutkan:
Orang yang dimabuk asmara
Bagaikan orang yang terkena panah kaki dan tangannya
Dengan kedalaman yang sungguh mengena
Jika dicabut kan terasa sakitnya
Jika dibiarkan kan terhambat gerak dan langkahnya
Sungguh sakit jika tak dihiraukan oleh yang dicinta
Bagaimana jika tak dihiraukan oleh sang pencipta?Huh
Tatkala semua makhluk membutuhkannya
Tak ada cinta yang benar-benar membuat sehat hati manusia
Kecuali cinta karena ALLAH dan RASULNYA
Setiap orang menginginkannya
Namun sayang enggan meniti jalan-Nya

Posted by: campungan | June 28, 2008

Repository Ubuntu dari Kambing.ui.edu

berikut adalah setingan repository ubuntu lokal dari Kambing.ui.edu, untuk situs repo lainnya dapat dilihat di :
http://wiki.ubuntu-id.org/SourcesListLokal

file yang digunakan : /etc/apt/sources.list
edit file tersebut dan isi dengan format dibawah ini :

Repositori Kambing (UI — Telkom, Indosat, OpenIXP, INHERENT)
Informasi situs:
http://kambing.ui.edu

### sources.list.kambing
### Repository dengan menggunakan server mirror kambing.ui.edu
### Untuk rilis lain selain feisty silakan ganti semua kata feisty
### dengan misalnya dapper atau edgy dsb

## REPOSITORY UTAMA
deb http://kambing.ui.edu/ubuntu feisty main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.edu/ubuntu feisty main restricted universe multiverse

## INI UNTUK MAJOR BUG FIX UPDATES
deb http://kambing.ui.edu/ubuntu feisty-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.edu/ubuntu feisty-updates main restricted universe multiverse

## INI UNTUK UBUNTU SECURITY UPDATES
deb http://kambing.ui.edu/ubuntu feisty-security main restricted universe multiverse deb-src http://kambing.ui.edu/ubuntu
feisty-security main restricted universe multiverse

Cara penggunaan (cara lainnya) :

wget http://arsip.ubuntu-id.org/berkas/sources.list.kambing
sudo mv /etc/apt/sources.list /etc/apt/sources.list.original
sudo cp sources.list.kambing /etc/apt/sources.list sudo apt-get update

kalimat diatas diketik dalam satu baris ya…

good luck !!!

Posted by: campungan | June 21, 2008

Kekuasaan Allah pada seekor lalat

Semua kita pasti tahu, apa itu lalat! Ya, ia seekor makhluk Allah subhanahu wata’aala yang dikenal suka hinggap di tempat-tempat yang jorok dan banyak membawa penyakit/kuman. Sekalipun begitu, ia ada disebutkan di dalam al-Qur`an dan juga hadits nabawi. Lantas, apa keistimewaannya, sehingga Allah subhanahu wata’aala menyebut dan menyinggungnya? Adakah hikmah di balik itu? Bagaimana kedudukannya di dalam hadits nabi shallallahu ‘alahi wasallam? Adakah pernyataan ilmiah yang menunjukkan keistimewaannya? Melalui halaman yang singkat ini, Insya Allah subhanahu wata’aala kita akan menyinggung secara ringkas tema-tema tersebut.

Lalat di Dalam al-Qur`an

Lalat yang di dalam bahasa Arabnya, “adz-Dzubab” disinggung dalam satu ayat, yaitu ayat 73, surah al-Hajj. Allah subhanahu wata’aala berfirman, artinya, “Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun. Walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (QS.al-Hajj:73)

Dalam ayat ini terdapat seruan agar bertauhid kepada Allah subhanahu wata’aala dan kecaman terhadap kesyirikan dan orang-orang Musyrik. Sebagaimana dinyatakan Ibn Katsir rahimahullah dalam ayat ini Allah subhanahu wata’aala mengingatkan betapa hina-dinanya berhala-berhala itu dan betapa piciknya akal para penyembahnya.

Apa yang disembah orang-orang jahil dan musyrik itu diberi perumpamaan dengan sesuatu yang hina, yaitu seekor lalat. Bahwa sekalipun semua sesembahan mereka yang berupa berhala-berhala dan patung-patung itu berkumpul untuk menciptakan seekor lalat saja, benda-benda mati itu tidak akan pernah mampu melakukannya. Padahal apalah arti seekor lalat; makhluk yang sangat hina dan jorok. Bahkan, jangankan menciptakan, bila ada seekor lalat merampas sesuatu dari tubuhnya, berhala-berhala itu tak mampu untuk melindungi diri sendiri. Jadi alangkah lemah dan hinanya berhala-berhala itu, bilamana seekor lalat yang dikenal lemah dan jorok justeru lebih kuat darinya. Karena itu, keduanya sama-sama lemah, baik lalat maupun berhala-berhala itu.

Syaikh Abu Bakar al-Jaza`iri mengatakan, “Dibuatnya permisalan dengan seekor lalat itu merupakan sesuatu yang baik dalam bahasa Arab, karena dapat lebih mendekatkan kepada pemahaman.”

Allah subhanahu wata’aala menyebutkan sesuatu di dalam al-Qur`an bukan asal sebut. Pasti ada nilai lebih dari apa yang disebutkan itu. Contohnya, Allah subhanahu wata’aala banyak bersumpah dengan makhluk ciptaan-Nya seperti matahari, waktu Dhuha, dan seterusnya. Itu semua karena apa yang dijadikan objek sumpah itu memiliki nilai lebih di sisi Allah subhanahu wata’aala. Dan terbukti secara ilmiah kemanfaatannya bagi alam semesta ini, tak terkecuali penyebutan seekor lalat.

Lalat di Dalam Hadits Nabi shallallahu ‘alahi wasallam

Bilamana di dalam al-Qur`an hanya disebutkan dalam satu ayat saja, maka di dalam hadits nabi shallallahu ‘alahi wasallam penyebutannya lebih banyak. Salah satunya, terkait dengan adanya ‘dualisme’ dalam diri lalat itu. Artinya, di satu sisi pada dirinya itu terdapat racun, namun di sisi yang lain justru sebagai penawarnya alias pada kedua sayapnya.

Di antara hadits-hadits itu adalah sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Jika lalat terjatuh di minuman salah seorang di antara kamu, maka benamkanlah ia, kemudian lepaskanlah (buanglah), karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lainnya terdapat obat (penawar).” (HR. al-Bukhari)

Hadits mengenai hal ini cukup banyak dan dipaparkan dengan redaksi yang hampir mirip.

Sepintas, hadits ini bagi kelompok yang berlebihan dalam mengkultuskan akal, seperti kelompok Mu’tazilah dan para Orientalis, hadits ini dianggap irrasional (tidak masuk akal). Sebab menurut akal mereka, bagaimana mungkin dapat diterima kenyataan bahwa lalat yang menjijikkan itu memiliki penyakit (racun) sekaligus obat (penawar). Apalagi bila ia terjatuh pada minuman, maka harus dibenamkan semua badannya agar minuman tersebut dapat dikonsumsi lagi dan tidak membahayakan. Sungguh menjijikkan.!!

Tetapi realitasnya, hadits tersebut dari sisi kualitasnya adalah hadits yang shahih. Karena itu, tidak ada tempat dan alasan untuk menolaknya, sebab yang mengucapkannya adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam yang tidak mengatakan sesuatu kecuali berdasarkan wahyu Allah subhanahu wata’aala (QS. an-Najm:3).

Bagi orang beriman, bilamana telah terbukti secara valid dan kuat keshahihan kualitas suatu hadits, maka terlebih dulu ia harus meyakini kebenarannya, terlepas apakah ada hikmah di balik itu ataukah tidak! Hadits ini termasuk mukjizat Nabi shallallahu ‘alahi wasallam dari sisi ilmiah. Lalu, apakah memang terbukti secara ilmiah demikian.?

Pernyataan Ilmiah Tentang Lalat

Seiring dengan perkembangan zaman dan majunya dunia ilmu pengetahuan, tampak jelaslah kebenaran hadits Nabi shallallahu ‘alahi wasallam tentang lalat. Dalam hal ini, dunia kedokteran berhasil membuktikan keilmiahan ucapan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam itu.

Prof.DR.Amin Ridha menjelaskan beberapa poin tentang kenyataan tersebut, di antaranya, “… Ketiga, tidak benar kalau dikatakan bahwa dunia kedokteran belum pernah mengadakan pengobatan suatu penyakit dengan menggunakan lalat. Lalat pernah digunakan sebagai obat bagi penyakit borok menahun dan paru (Frambosia Tropica), yang terjadi pada 30 tahun pertama abad ke-20, sebelum struktur kimia sulfa ditemukan.

Untuk keperluan itu, lalat dipelihara secara khusus. Penemuan membuktikan bahwa lalat mengandung virus pembunuh kuman (bakterial). Dari penelitian itu ditemukan, bahwa lalat di samping membawa kuman-kuman penyakit, ia juga membawa bakterial yang membunuh kuman-kuman. Penelitian ini terhenti karena di saat yang bersamaan, ditemukan struktur kimia sulfa.

Keempat, Hadits tentang lalat menginformasikan adanya sejenis racun pada lalat. Kenyataan ini baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern dua abad belakangan. Sebelumnya, bisa jadi orang tidak mempercayai kebenaran hadits tentang lalat ini. Jika sudah ditemukan bahwa lalat selain membawa penyakit, ia juga mengandung bakterial pembunuh kuman, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui:

Tidak benar, kuman yang dibawa lalat berbahaya dan menyebabkan berbagai penyakit.

Tidak benar, banyaknya kuman yang dibawa oleh lalat cukup untuk menimbulkan penyakit bagi orang yang menelan kuman itu.

Tidak benar, tubuh manusia dapat terhindar sama sekali dari semua kuman berbahaya. Kalau seandainya begitu, justeru itulah yang sangat berbahaya bagi manusia. Sebab jika tubuh manusia berulang-ulang kemasukan kuman yang berbahaya dalam jumlah sedikit, maka kuman akan menjadi daya tahan terhadap kuman-kuman sejenisnya. Hadits tersebut memberikan informasi penting adanya kuman pada lalat, yang berlawanan dengan racun yang dibawanya. Ini membuktikan bahwa bakteri, virus dan kuman sejenisnya saling berperang dan saling mematikan; yang satu membunuh yang lain dengan jalan mengeluarkan zat beracun. Zat beracun ini yang kemudian digunakan sebagai bahan pengobatan yang lazim disebut antibiotika, seperti: Penicilin dan Cloromicitin. Dan ini bukan saja ada pada lalat, hampir semua binatang berbisa ternyata bisanya itu malah menjadi penyembuh, jika dijadikan sebagai obat. Segala sesuatu yang belum ditemukan dan belum diteliti oleh ilmu pengetahuan jangan diramalkan. Tetapi penelitian harus dilakukan selengkap dan sesempurna mungkin dan tidak boleh dihentikan. Oleh karena itu, merupakan tindakan yang salah jika tergesa-gesa menilai ketidakrasionalan hadits tentang lalat ini tanpa bukti dari hasil penelitian ilmiah modern.”

Perlu diketahui, lalat hinggap pada barang-barang yang dipenuhi kuman-kuman, yang dapat menim-bulkan berbagai macam penyakit. Sebagian kuman itu berpindah
ke organ tubuh lalat, dan sebagian lainnya dimakan. Dari kuman-kuman ini terbentuk unsur toxine di dalam tubuhnya, yang menurut istilah medis disebut antibakteria. Dialah yang bertugas membunuh berbagai kuman penyakit. Kuman-kuman penyakit ini tidak mungkin bertahan hidup atau mempengaruhi tubuh manusia, selagi masih ada antibakteria, khususnya pada salah satu sayap lalat.

Karenanya, ia mampu mengarahkan bakteri ke arahnya, maka jika ada lalat yang jatuh pada makanan atau minuman, lalu kuman yang menempel pada sebagian organ tubuhnya berpindah ke makanan atau minuman, maka antibakteria yang juga dibawa lalat pada salah satu sayapnya akan bekerja membunuh kuman. Bila di sana ada penyakit, maka obatnya juga tidak akan jauh dari penyakit itu. Maka lalat tersebut dapat dibenamkan secara keseluruhan, baru kemudian dibuang. Hal ini sudah cukup untuk membunuh kuman yang dibawa lalat dan akan merusak kerja kuman tersebut. Selain itu, lalat bisa menyuburkan pembenihan kuman beberapa penyakit. Setelah beberapa saat kuman itu pun mati dan pengaruhnya tidak tampak. Kemudian dalam lalat itu terbentuk unsur yang membunuh kuman-kuman yang dinamakan anti-bakteria. Apabila inti lalat diletakkan pada larutan yang bersih, maka akan diketahui empat macam kuman yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, namun ada pula empat macam unsur yang mampu membunuh empat macam kuman itu, wallahu a’lam.

(Sumber: a. Tafsir Ibn Katsir, b. Aysar at-Tafasir karya Abu Bakar al-Jaza`iri, c. Majalah at-Tauhid,Vol.V, 1977; Musykilat al-Ahadits an-Nabawiyyah karya Abdullah Ibn Al Najdi al-Qushaimi [seperti dinukil dari makalah oleh Helmy Yusuf]) Abu Hafshoh

diambil dari :http://alsofwah.or.id/?pilih=lihatannur&id=483

semoga bermanfaat

Posted by: campungan | June 21, 2008

Kerjaan yang Belum Selesai

1. Access Point fo Print

2. Database Pelatihan

3. Regitrasi Lab

4. Oracle installation Base on Linux

5. Windows 2003 Server

6. SQL Server 2005

7. Installation Ubuntu Server

Older Posts »

Categories