Posted by: campungan | September 12, 2006

Kebahagiaan

Ini bercerita tentang tokoh asal timur tengah, Nasrudin. Suatu hari, nasrudin mencari sesuatu di halaman rumahnya yang penuh dengan pasir. Ternyata dia mencari jarum. Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum tersebut. tetapi selama sejam mereka mencari jarum itu tak ketemu juga.

Tetangganya bertanya ” Jarumnya jatuh dimana ?”
” Jarumnya jatuh didalam” Jawab nasrudin
” kalau Jarumnya jatuh didalam, kenapa mencari diluar ?” Tanya tetangganya
Dengan ekspresi tanpa dosa, Nasrudin menjawab, “karena didalam gelap, diluar terang”

Begitulah perjalanan kita mencari kebahagiaan.
seringkali kita mencarinya di luar dan tidak mendapatkan apa-apa, sedangkan daerah tergelap dalam mencari kebahagian dan keindahan, sebenarnya adalah daerah didalam diri. justru letak ‘sumur” kebahagiaan yang tak pernah kering, berada didalam, tak perlu mencarinya jauh-jauh, karena “sumur” itu berada di dalam semua orang.

Sayangnya, karena faktor peradaban, keserakahan dan faktor lainnya, banyak orang mencari sumur itu diluar, Ada orang yang mencari bentuk kebahagiaannya dalam kehalusan kulit, jabatan, baju mahal, mobil bagus atau rumah indah. tetapi kenyataannya setiap pencarian di luar tersebut akan berujung pada bukan apa-apa, karena semua itu tidak akan berlangsung lama, kulit misalnya, akan keriput karena termakan usia, mobil mewah akan berganti dengan model baru, jabatan juga akan hilang karena pensiun.

Setiap perjalanan mencari kebahagian diluar akan selalu berujung pada bukan apa-apa, leads you nowhere. Setiap kekecewaan hidup yang jauh dari keindahan & kebahagian, berangkat dari mencarinya diluar.

Untuk mencapai tingkatan Kehidupan yang penuh keindahan dan kebahagiaan sesorang harus melalui lima buah “pintu” yang menuju ke tempat tersebut.

Pintu Pertama adalah STOP COMPARING, START FLOWING.
” Stop membandingkan dengan yang lain, seorang ayah atau ibu belajar untuk tidak membandingkan anak dengan yang lain, karena setiap perbandingan akan membuat anak-anak mencari kebahagian di luar”

Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, di mulai dari membandingkan.
Contoh, Micahel Jakson, sebagai orang yang sering membandingkan dirinya dengan orang lain. ” Uangnya banyak, mampu mengongkosi hobinya untuk operasi plastik. Sehingga orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan yang lain, maka hidupnya kurang lebih sama dengan seorang Michael Jackson, Leads you nowhere.”

Karena itu saya mengajak pembaca ke sebuah titik mengalir ( Flowing) menuju ke kehidupan paling indah di dunia, yaitu menjadi diri sendiri, apa yang disebut flowing ini sesungguhnya sederhana saja. kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita. ketika kita mulai belajar menerimanya, Sehingga kepercayaan diri juga dapat muncul.
” tidak ada kehidupan yang paling indah dengan menjadi diri sendiri, itulah keindahan yang sebenar-benarnya “

Pintu kedua menuju keindahan dan kebahagian adalah MEMBERI.
Sebab utama kita berada di bumi ini kata Gede Prama adalah untuk memberi ” Kalau masih ragu dengan kegiatan memberi, artinya kita harus memberi lebih banyak, Saya melihat ada 3 tangga emas kehidupan , I intend good, I do good and I am good.
Saya berniat baik, saya melakukan yang baik, kemudian saya menjadi orang baik.

“Saya sering bertemu dengan orang-orang kaya. Ada yang suka memberi, ada yang pelit. Saya melihat orang yang tidak suka memberi, muka orang itu keringnya minta ampun. orang yang mukanya kering ini bertanya pada saya, apa rahasia kehidupan yang penting yang bisa saya bagi kedia, Saya bilang ” Sleep well, eat well.” artinya memang, ongkos untuk menjadi bahagia tidak mahal. hanya saja orang sering memperumit hal yang sudah rumit, kalau kita sederhanakan sleep well, eat well akan menjadi lebih mudah jika diikuti kegiatan memberi ” tak perlu khawatir, setiap pemberian itu ada yang mencatat, jika atasan anda dikantor, tidak mencatat pemberian anda, ada ” Atasan Tertinggi” yang mencatatnya, mirip dengan petani, orang-orang yang suka memberi akan memanen hasil-hasil yang diharapkan”

Cahaya didalam pintu ketiga menuju kebahagiaan adalah berawal dari semakin gelap hidup anda, semakin terang cahaya Anda didalam.
Perhatikan bintang dimalam hari tampak bercahaya, jika langitnya gelap, sedangkan lilin disebuah ruangan akan bercahaya bagus, jika ruangan nya gelap.

artinya semakin anda berhadapan dengan masalah dan cobaan hidup, semakin bercahaya Anda dari dalam. Orang yang pada akhirnya menemukan keindahan & kebahagiaan, biasanya telah lulus dari universitas kesulitan, semakin banyak kesulitan yang kita hadapi semakin diri kita bercahaya dari dalam. Mengutip perkataan Jalaludin Rumi, semuanya dikirim sebagai pembimbing kehidupan dari sebuah tempat yang tidak terbayangkan ” Tidak hanya orang cantik saja yang berguna, orang jelek juga berguna. Gunanya adalah karena ada orang jelek, orang cantik, terlihat jadi tambah cantik. jadi semuanya ada gunanya, untuk menghidupkan cahaya2 beauty & happines”

Pintu keempat adalah surga yang bukanlah suatu tempat melainkan rangkaian sikap.

” Bila anda melihat hidup penuh dengan kesusahan dan godaan, maka neraka tidak ketemu sesudah mati, neraka sudah ketemu sekarang, sedangkan anda akan ketemu surga, jika hasil dari rangkain sikap yang benar.

Sikap ini dimulai dari berhenti mengkhawatirkan segala sesuatu, dan coba yakinkan diri bahwa everything will be allright.

Pintu Kelima menuju keindahan & kebahagiaan yakni kita tahu diri kita dan kita tahu kehidupan.

Ada cerita tentang kumpulan binatang yang hendak bikin sekolah karena mereka tidak mau kalah dengan manusia, semua binatang mengikuti kursus berlari, berneng dan terbang, tetapi 11 tahun kemudian , binatang2 tersebut merasa lelah sekali.

Burung hanya tetap bisa terbang, ikan tetap hanya bisa berenang dan srigala tetap hanya bisa berlari, akhirnya mereka sampai pada kesimpulan , bahwa mereka harus tahu diri, ikan mesti tau diri hanya bisa berenang, burung mesti tau diri hanya bisa terbang sedangkan srigala harus tau diri hanya bisa berlari.
Ada sebuah kalimat bijak :
“Sumur kehidupan yang tak pernah kering berada didalam, Sumur ini hanya kita temukan dan kita timba airnya kalau kita bisa mengetahui diri kita sendiri”. Seandainya diri sendiri telah ditemukan , maka artinya kita kemudian mengetahui kehidupan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: