Posted by: campungan | August 1, 2008

Cinta

seperti angin membadai, kau tak melihatnya, kau merasakannya. merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. atau merangsang amuk gelombang di laut lepas, atau meluluhlantakan bangunan-bangunan angkuh dipusat kota metropolitan. begitulah cinta, ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda, tak terlihat, hanya terasa tapi dahsyat. seperti banjir menderas, kau tak kuasa mencegahnya, kau hanya ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan dihadapanya. dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. setelah itu ia kembali tenang : seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang. demikianlah cinta, ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuasaan besar.
seperti api meyala-nyala. kau tak kuat melawannya, kau hanya bisa menari di sekitarnya saat ia mengunggun. atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi. atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan. dan seketika semua jadi abu. semua jadi tiada, seperti itulah cinta.

(diambil dari buku serial cinta Anis Matta)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: